Bukan lagi 250 (Dua Lima Kosong)
Sebetulnya blog ini adalah blog lama yang tidak pernah lagi disentuh, sampai akhirnya saya berfikir bahwa saya perlu platform untuk menulis apapun, suara hati dan fikiran perlu untuk dikonversi ke aksara dunia maya, tak hanya di media sosial FB dan IG. saya perlu menumpahkannya, saya perlu menyampaikannya..apa adanya.
dulu nama subdomainnya dualimakosong.blogspot.com, berisi konten-konten motivasi terutama yang mampu memotivasi saya pribadi. kini namanya jadi bungzf.blogspot,com, awalnya saya mau nama subdomainnya menggunakan nama saya zulfadli, tapi rupanya tidak available yowes saya pakai apa yang bisa aja, akhirnya saya gunakan user id Instagram yang kebetulan masih available. lalu semua konten lama saya hapus.
belakangan ini saya sering gelisah, ada banyak hal yang mendorong saya berfikir ulang akan banyak hal, bila disimpulkan kegelisahan ini mungkin bisa disiratkan dalam kalimat singkat: Idealisme vs Realita!
well, blog ini insha Allah akan saya aktifkan lagi dengan branding baru dan mungkin konten-konten yang berbeda dari yang dulu-dulu. kegelisahan ini tak semestinya saya pendam sendiri, dia harus lepas, harus cari ruangnya sendiri...
dulu nama subdomainnya dualimakosong.blogspot.com, berisi konten-konten motivasi terutama yang mampu memotivasi saya pribadi. kini namanya jadi bungzf.blogspot,com, awalnya saya mau nama subdomainnya menggunakan nama saya zulfadli, tapi rupanya tidak available yowes saya pakai apa yang bisa aja, akhirnya saya gunakan user id Instagram yang kebetulan masih available. lalu semua konten lama saya hapus.
belakangan ini saya sering gelisah, ada banyak hal yang mendorong saya berfikir ulang akan banyak hal, bila disimpulkan kegelisahan ini mungkin bisa disiratkan dalam kalimat singkat: Idealisme vs Realita!
well, blog ini insha Allah akan saya aktifkan lagi dengan branding baru dan mungkin konten-konten yang berbeda dari yang dulu-dulu. kegelisahan ini tak semestinya saya pendam sendiri, dia harus lepas, harus cari ruangnya sendiri...
Komentar
Posting Komentar